Desi, Anjarwati (2026) KOLABORASI STAKEHOLDER DALAM PENGEMBANGAN WISATA KAMPUNG BLEKOK DI KABUPATEN SITUBONDO. Jurnal Ilmiah ACTON, 22 (1). pp. 26-37. ISSN 02150832
|
Text (Artikel Jurnal)
jurnal kolaborasi stakeholder-1.pdf - Published Version Download (263kB) |
|
|
Text (Pernyataan Orisnalitas)
pernyataan orisnalitas.pdf - Published Version Download (405kB) |
|
|
Text (Artikel Turnitin)
Turnitin - Jurnal Desi Anjarwati.pdf - Published Version Download (630kB) |
Abstract
Wisata Kampung Blekok di Kabupaten Situbondo merupakan destinasi wisata berbasis konservasi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dengan fokus pada pelestarian lingkungan dan ekosistem mangrove. Namun, pengembangan wilayah tersebut menghadapi berbagai tantangan, seperti penurunan jumlah kunjungan wisata, minimnya koordinasi antar stakeholder, belum optimalnya kelembagaan pengelola, dan kurangnya partisipasi aktif dari berbagai pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kolaborasi stakeholder dalam pengembangan Wisata Kampung Blekok di Kabupaten Situbondo. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang meliputi unsur pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, dan media. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi stakeholder melibatkan lima unsur dalam model pentahelix, yaitu pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, dan media, yang diwujudkan melalui kegiatan konservasi lingkungan, promosi wisata, pemberdayaan masyarakat, program Corporate Social Responsibility (CSR), serta forum diskusi antar stakeholder. Faktor pendukung kolaborasi meliputi kesadaran bersama terhadap pentingnya pelestarian lingkungan, dukungan pemerintah daerah, keterlibatan masyarakat, serta manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat lokal. Namun, kolaborasi belum berjalan optimal karena belum terbentuknya kelembagaan pengelola yang resmi, lemahnya koordinasi dan komunikasi antar stakeholder, serta ketidakjelasan pembagian peran. Dengan demikian, kolaborasi stakeholder dalam pengembangan Wisata Kampung Blekok berada pada tahap berkembang (evolving), sehingga diperlukan penguatan kelembagaan, peningkatan koordinasi, dan komitmen bersama untuk mewujudkan pengembangan wisata yang berkelanjutan. Kata kunci : Kolaborasi Stakeholder, Pentahelix, Pengembangan Wisata Kampung Blekok Kampung Blekok Tourism in Situbondo Regency is a conservation-based tourist destination that holds great potential for development, focusing on environmental preservation and the mangrove ecosystem. However, the development of the area faces various challenges, such as a decline in tourist visits, a lack of coordination among stakeholders, an unoptimized management institutional framework, and a lack of active participation from various parties. This study aims to analyze the stakeholder collaboration process in the development of Kampung Blekok Tourism in Situbondo Regency. The research employs a qualitative method with a descriptive approach, collecting data through interviews, observation, and documentation. Informants were selected using a purposive sampling technique, encompassing elements of government, the private sector, academics, the community, and the media. Data analysis used an interactive model including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study show that stakeholder collaboration involves five elements within the pentahelix model, namely government, private sector, academics, community, and media, which is manifested through environmental conservation activities, tourism promotion, community empowerment, Corporate Social Responsibility (CSR) programs, and stakeholder discussion forums. Supporting factors for collaboration include a shared awareness of the importance of environmental preservation, local government support, community involvement, and economic benefits felt by the local community. However, the collaboration has not run optimally due to the absence of a formal management institution, weak coordination and communication among stakeholders, and unclear division of roles. Consequently, stakeholder collaboration in the development of Kampung Blekok Tourism is at an evolving stage, necessitating institutional strengthening, enhanced coordination, and shared commitment to realize sustainable tourism development. Key Words: Stakeholder Collaboration, Pentahelix, Development of Kampung Blekok Tourism.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure H Social Sciences > H Social Sciences (General) J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Administrasi Publik |
| Depositing User: | DESI ANJARWATI |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 06:39 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 06:39 |
| URI: | http://repository.unars.ac.id/id/eprint/4994 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

